Dani Suluh Permadi
Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Purna Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan XX. Seorang Suami dan Ayah, Belajar Berbagi untuk Belajar Bersama. Owner Channel YouTube Tutorial Office Kita (Belajar Bersama Ms. Office),.

Membuat Laporan Realisasi Keuangan yang Mudah Dimengerti, Menarik dan Informatif untuk Atasan

Salah satu indikator dalam pengukuran kinerja suatu entitas pemerintahan adalah dengan melihat tingkat serapan anggaran atau realisasi keuangan. Karena pentingnya serapan anggaran atau realisasi keuangan tersebut, saat ini telah dibentuk TEPRA. Pembentukan Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) untuk mendorong penyerapan anggaran secara optimal di kementerian dan lembaga pemerintahan sekaligus pengawasan terhadap realisasi anggaran.

Sumber data utama dalam pelaporan TEPRA adalah realisasi keuangan yang dikelola oleh Kasubbag Keuangan (atau dengan nomenklatur jabatan lain) dengan menggunakan Sistem Informasi seperti SIMDA Keuangan (BPKP), SIPKD (Kemendgari) atau Aplikasi Pengelolaan Keuangan Daerah lain sepanjang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Kasubbag Keuangan SKPD selaku entitas pelaporan dalam suatu instansi pemerintah, sudah menjadi tugas pokok sehari-hari untuk selalu mempersiapkan data-data keuangan yang terkini, akurat dan benar. Karena data-data tersebut merupakan salah satu sumber informasi pengambilan kebijakan oleh atasan, baik atasan langsung di tingkat SKPD maupun Kepala Daerah. Laporan yang baik tentu harus dapat dimengerti oleh siapa saja yang membaca, dan sudah barang tentu harus informatif.

Salah satu bentuk laporan yang mudah dibaca adalah laporan dengan bentuk grafik/chart. Dengan laporan berbentuk grafik, tentu lebih mudah dipahami karena angka-angka ditampilkan menjadi suatu bentuk gambar. Selain daripada itu, penting untuk memasukkan analisa dalam menyusun laporan realisasi keuangan, sebagai contoh membanding antara Anggaran dan Realisasi dan membandingkan antara Realisasi Keuangan dengan Realisasi Fisik.

 

Membandingkan Anggaran dengan Realisasi Keuangan

Menurut pengalaman Saya, yang utama dan pertama dalam laporan realisasi keuangan adalah laporan perbandingan antara Anggaran SKPD dan Realisasi Keuangan SKPD. Saya sendiri menyusun laporan ini menjadi bentuk tabel dan grafik. Laporan ini sangat penting karena merupakan gambaran dari Kinerja SKPD secara umum dan selalu menjadi pusat perhatian Kepala Daerah.

Contoh perbandingan Anggaran dengan Realisasi Keuangan:

1RealisasiKeuangan

 

Membandingkan Anggaran Kas dan Realisasi Keuangan per PPTK

Dari definisinya, anggaran kas disusun untuk merencanakan arus kas masuk dan keluar sehingga dapat mendukung kelancaran operasional organisasi. Anggaran kas memuat informasi tentang rencana arus kas masuk dari pendapatan dari sumber lain dan arus kas keluar untuk belanja dan penggunaan lainnya.

Namun dari evaluasi serapan anggaran, menurut pengalaman Saya dalam melaksanakan Reviu Serapan Anggaran dan Reviu PBJ saat bertugas sebagai Auditor di Inspektorat beberapa waktu lalu, anggaran kas SKPD dinilai sebagai target kinerja. Karena dalam penyusunannya, rencana anggaran kas dibuat oleh PPTK sesuai dengan jadwal kegiatan yang dikehendaki.

Sehingga dalam kaitannya dengan Laporan Realisasi Keuangan, akan sangat baik bilamana Atasan mendapatkan laporan tentang perbandingan anggaran kas dan realisasi keuangan per PPTK.

Contoh Perbandingan Anggaran Kas dan Realisasi Keuangan per PPTK:

2AnggaranKas per PPTK

Dari Grafik tersebut, dapat diketahui bahwa dari sisi realisasi keuangan, PPTK mana yang memiliki rasio kinerja keuangan tertinggi dibandingkan dengan Rencana Realisasi Keuangan (Anggaran Kas).

Perbandingan Komposisi Anggaran dan Realisasi Keuangan per Belanja

Perbandingan komposisi anggaran dan realisasi keuangan per jenis belanja merupakan salah satu bentuk olahan data realisasi keuangan yang dapat dilaporkan kepada atasan. Dengan memberikan perbandingan anggaran per jenis belanja, tentu dapat dijadikan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan anggaran periode berikutnya.

Contoh Perbandingan Komposisi Anggaran dan Realisasi Keuangan per Belanja:

Grafik Realisasi Keuangan Bulanan per Program

Grafik Realisasi Keuangan Bulanan dimaksudkan untuk melihat tren serapan anggaran/realisasi keuangan setiap periodenya. Dari grafik ini dapat dijadikan acuan perencanaan kegiatan pada periode selanjutnya. Sebagai contoh, dalam periode saat ini, realisasi keuangan mengalami pergerakan signifikan pada Bulan ke 4. Sementara itu pada bulan pertama hingga ketiga, serapan anggaran relatif rendah. Untuk periode tahun anggaran berikutnya, perencanaan pelaksanaan kegiatan dapat dimulai pada bulan pertama atau kedua sehingga tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran.

Contoh Grafik Realisasi Keuangan Bulanan per Program:

5Realisasi Anggaran Bulanan

Perbandingan Realisasi Keuangan dan Progress Fisik Kegiatan

Last but Not Least, adalah perbandingan realisasi keuangan dengan progress fisik kegiatan. Di atas telah disampaikan bahwa Realisasi Keuangan merupakan salah satu dari ukuran kinerja. Namun demikian, akan lebih lengkap bila laporan realisasi keuangan didampingi dengan laporan progress fisik kegiatan. Karena bisa jadi serapan keuangan tidak terlalu tinggi namun progress fisik telah mendekati selesai. Sebagai contoh, kegiatan perjalanan dinas telah dilaksanakan, namun karena suatu hal proses SPJ terhambat sehingga progress fisik menjadi lebih tinggi daripada realisasi keuangan (dengan asumsi realisasi keuangan belanja lain dan progress fisiknya sama).

Perbandingan antara keuangan dan fisik kegiatan dapat menjadi bahan evaluasi, karena normalnya, realisasi keuangan dan progress fisik kegiatan seiring sejalan. Bilamana ada perbedaan tentu seharusnya tidak signifikan. Karena perbedaan tersebut merupakan bentuk efisiensi dari realisasi keuangan.

Contoh Perbandingan Realisasi Keuangan dan Progress Fisik Kegiatan:

6Realisasi dan Progres Fisik

 

Bagaimana membuat grafik-grafik tersebut sehingga mudah dibaca?

Ini merupakan salah satu inisiatif yang dapat kita lakukan dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Salah satu tujuan dari pelaporan adalah informatif. Sehingga akurasi waktu menjadi sangat penting. Karena bila waktu terlewat dan data menjadi daluarsa, data laporan tersebut tidak lagi dapat disebut informatif dan akurat.

Salah satu yang Saya lakukan adalah dengan membuat rekapitulasi Realisasi Keuangan yang bersumber dari Kartu Kendali Kegiatan (SIMDA Keuangan) yang dibentuk sedemikian rupa dengan suatu template, sehingga setiap terbit SP2D realisasi keuangan dapat dibaca kapan saja.

Bila ada yang dapat kita diskusikan bersama, Para Pembaca dapat mengetikkan pada kolom komentar dibawah. Sekian dan Terima Kasih,.

 

Artikel Lain:

 

Sumber:

Laporan Hasil Pelatihan Sistem Monitoring Tepra (http://berkas.dpr.go.id/setjen/dokumen/ittama-Laporan-Laporan-Hasil-Pelatihan-Sistem-Monitoring-TEPRA-1460724716.pdf)

https://syukriy.wordpress.c*m/2010/02/05/manajemen-kas-daerah/

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: