Menyusun naskah pidato untuk disampaikan di depan publik, tidak semudah membuat cerita fiksi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari kerangka pidato yang baik dan sesuai dengan kaidah, hingga memilah isi pokok pidato yang hendak disampaikan agar padat dan jelas. Selain itu, setelah penyusunan naskah pidato selesai dilakukan, perlu dipastikan bahwa naskah tersebut enak dibaca, sehingga para pendengar tidak merasa bingung. Perlu kita ingat bahwa pidato adalah untuk disampaikan secara lisan, bukan dipahami dengan membaca tulisan. Berikut adalah cara menyusun naskah pidato yang baik.

Pengertian Pidato

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online, pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak. Pidato dapat digunakan untuk menyatakan selamat, menyambut kedatangan tamu, memperingati hari-hari besar tertentu, maupun berbagai bentuk kegiatan lainnya.

Tujuan Pidato

Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah tujuan dari penyampaian pidato:

  • Pidato disampaikan untuk memberikan pemahaman atau informasi penting yang harus diketahui oleh khalayak. Pidato tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan, agar bersama-sama dapat mengurangi sebaran pandemi covid-19 dapat menjadi contoh dari pidato ini.
  • Pidato disampaikan untuk meyakinkan pendengar dengan cara bahasa yang argumentatif. Pidato tentang pentingnya vaksinasi agar dapat tercipta herd imunity, dengan memberikan alasan medis dan logis untuk meyakinkan pendengar adalah salah satunya.
  • Pidato disampaikan agar orang lain merasa senang dengan bahasan yang menghibur atau rekreatif. Pidato ramah tamah yang hangat dan bersuasana kekeluargaan sehingga para pendengar merasa nyaman dan terhibur dapat menjadi contoh.
  • Pidato bisa memberikan pengaruh pada orang lain agar bersedia untuk mengikuti kemauan yang diinginkan oleh orator secara sukarela (persuasif). Orasi atau pidato seperti kampanye Calon Kepala Daerah untuk memberikan pengaruh kepada para pendukungnya, dapat masuk dalam contoh tujuan pidato ini.

Jenis Pidato

  • Pidato pembukaan, merupakan pidato singkat yang dibawakan oleh pembawa acara atau MC.
  • Pidato pengarahan, merupakan pidato untuk memberi pengarahan pada suatu pertemuan. Biasanya pidato ini dilakukan oleh ketua RT, ketua RW, atau ketua panitia dalam acara rapat warga atau rapat panitia suatu kegiatan.
  • Pidato sambutan, merupakan pidato yang disampaikan oleh seorang ketua, baik ketua panitia ataupun pemimpin suatu masyarakat seperti ketua RT, RW, dan lain-lain. Kepada hadirin atau masyarakat pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang terbatas secara bergantian.
  • Pidato peresmian, merupakan pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu. Biasanya ini dilakukan oleh pejabat pemerintah atau tokoh masyarakat dalam peresmian bangunan, gedung, dan lain-lain.
  • Pidato laporan, merupakan pidato yang isinya menyampaikan laporan atas suatu tugas atau kegiatan.
  • Pidato pertanggungjawaban, adalah pidato yang berisi suatu laporan pertanggungjawaban seorang ketua atay pejabat kepada warga masyarakat atau orang yang telah memberikan amanat dalam melaksanakan suatu kegiatan.

Struktur dan Sistematika Pidato

Secara struktur dan sistematika, pidato dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

  1. Pendahuluan. Pendahuluan berisikan salam dan mukadimah, pemberian penghormatan, penyampaian terimakasih serta maksud dan tujuan. Pendahuluan dapat sekitar 10% dari keseluruhan pidato.
  2. Materi. Kurang lebih 80% dari keseluruhan isi pidato, materi dapat dimulai dengan pendekatan awal (menyampaikan kisah dan/atau data), lalu mengemukakan inti masalah dan pembahasan.
  3. Penutup. Berisi kesimpulan, himbauan dan/atau ajakan untuk bertindak.

Mempersiapkan Naskah Pidato

Pembukaan

Pembukaan pada pidato memiliki sekurang-kurangnya tiga fungsi. Yaitu:

  1. Mencairkan suasana, untuk mengiring pendengar agar menjadi antusias dalam mendengarkan,
  2. Memikat pendengar, agar para pendengar menjadi tertarik dengan topik yang ingin disampaikan, dan
  3. Memberikan informasi kepada pendengar,

Isi Pidato

Mengawali bagian inti pidato, dapat dilakukan dengan menyajikan data dan/atau fakta. Merujuk pada contoh di bawah, pada sambutan tersebut disajikan data tentang nilai ekspor produk pertanian.

Terdapat beberapa organisasi pesan yang dapat digunakan dalam menyusun inti sambutan. Organisasi pesan ini dapat digunakan untuk berbagai situasi yang berbeda. Beberapa organisasi pesan yang sering digunakan adalah:

  1. urutan deduktif, yaitu dengan memberikan gagasan utama terlebih dahulu, kemudian menjabarkan dan memberikan penjelasan,
  2. urutan induktif, yaitu dengan memberikan rincian-rincian faktanya terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan kesimpulan umum,
  3. urutan kronologis, sesuai dengan kronologi atau aliran waktu suatu peristiwa,
  4. urutan logis, berdasarkan adanya sebab akibat suatu peristiwa,
  5. urutan spasial, berdasarkan tempat tertentu,
  6. urutan topikal, memberikan isi sambutan terkait dengan topik tertentu,

Misalnya kita akan membahas tentang Penanggulangan Covid-19, kita bisa menggunakan organisasi pesan dengan urutan kronologis. Dengan menceritakan dan menyajikan data awal adanya pandemi covid-19, menyampaikan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah berdasarkan timeline. 

Disamping pengorganisasian pesan, harus kita fahami bahwa para pendengar pidato belum tentu memiliki latar belakang yang sama. Untuk itu penting untuk diketahui, bahwa terdapat beberapa pendekatan dalam menyusun isi pidato. Antara lain sebagai berikut:

  1. Pendekatan intelektual, untuk pendengar berpendidikan cukup
  2. Pendekatan moral,  untuk orang-orang yang aktif di bidang moral, seperti lingkungan, keagamaan, kemanusiaan
  3. Pendekatan emosional, jika pendengar memiliki pendidikan yang tidak tinggi

Pentingnya memahami siapa pendengar kita, akan mempengaruhi isi pidato yang disiapkan. Tata bahasa antara pendengar berpendidikan tinggi tentu akan berbeda dengan pendengar berpendidikan tidak tinggi.

Kesimpulan dan Penutup

Menyusun kesimpulan / penutup dapat dilakukan dengan menyampaikan harapan-harapan dan kesimpulan dari topik pidato yang dilakukan. Agar penutupan pidato dapat dilakukan secara efektif, berikut beberapa tips yang dapat dijadikan referensi,

  1. Hindari mengakhiri pidato secara mendadak atau kasar,
  2. Hindari memohon maaf,
  3. Hindari mengemukaan poin yang baru,
  4. Hindari menunjukkan bahwa kita mengakhiri pidato,
  5. Tingkatkan tempo pidato sedikit saat klimaks,
  6. Menggunakan kesimpulan atau pantun yang efektif dan menghapalkannya,

Contoh Pidato Sambutan

Berikut adalah contoh sambutan Presiden RI pada kegiatan Peresmian Pelepasan Merdeka Ekspor Pertanian Tahun 2021. Transkrip selengkapnya dapat diakses pada link ini.

Sambutan 1

Sambutan 2

Sumber:

https://www.presidenri.go.id/transkrip/peresmian-pelepasan-merdeka-ekspor-pertanian-tahun-2021/

https://kbbi.web.id/pidato

https://id.wikipedia.org/wiki/Pidato

https://freepik.com (gambar)

Share:
3 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Elsa
2 years ago

Penjelasan tentang pidatonya cukup lengkap dan membantu pemula seperti saya untuk menyusun pidato. Mungkin teman-teman yang sering menyusun pidato membutuhkan software managemen document untuk menyimpan arsip pidatonya agar tidak hilang.