Tahun 2024 kini telah berjalan tiga minggu. Euforia perayaan malam tahun baru pun kian hari kian meredup, bahkan mungkin sudah mulai dilupakan. Meski sebagian orang mungkin masih mengambil libur dan menikmati waktu santainya bersama keluarga, sebagian lain sudah mulai beraktivitas dan berkarya seperti biasa.

Tahun yang baru seyogyanya dijalani dengan semangat yang baru pula. Apakah semangat yang baru itu terbentuk untuk mencapai tujuan yang baru? Ataukah mungkin semangat yang terus dijaga untuk “mengoreksi” kekeliruan yang terjadi di tahun yang lalu.

Menapaki tahun yang baru, kita tentu sering mendengar kata “resolusi”. Kata ini nyaris selalu muncul setiap akhir Desember hingga beranjak ke awal Januari setiap tahunnya. Kata resolusi ini juga selalu beriringan dengan harapan dan tantangan yang tidak pernah terlepas darinya.

Apa itu Resolusi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang dirilis oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI), resolusi merupakan putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan yang ditetapkan dalam rapat (musyawarah, sidang). Resolusi biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.

Meski demikian, secara awam kita lebih memahami arti resolusi sebagai sebuah janji pada diri sendiri atau keputusan untuk melakukan sesuatu, terutama untuk memperbaiki perilaku atau gaya hidup selama tahun depan.

Resolusi sebagai sebuah janji erat kaitannya dengan semangat yang hendak kita patri dalam hati, untuk menjadi bahan bakar dalam beraktivitas dan berkarya mencapai mimpi. Resolusi juga merupakan modal awal untuk mencapai sebuah tujuan yang ingin dicapai.

Mengutip dari detik.com, setidaknya ada 2 alasan pentingnya kita membuat resolusi.

Pertama, resolusi akan membantu kita mencapai tujuan yang kita inginkan. Menetapkan resolusi untuk diri sendiri bisa jadi cara yang baik untuk membantu menjernihkan pikiran dan menentukan apa yang penting untuk dilakukan di masa depan.

Kedua, resolusi dapat membantu kita untuk selalu ingat akan tujuan. Meski kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang, membuat rencana dan resolusi akan dapat peta yang baik agar kita dapat menapaki jalan yang tepat mencapai tujuan.

Harapan dan Tantangan Menjalankan Resolusi Tahun Baru

Dalam menjalankan resolusi yang telah disusun sebelumnya, kita akan dihadapkan pada ujian kesabaran, ketekunan, dan disiplin. Tantangan datang dalam berbagai bentuk, seperti godaan untuk mengabaikan resolusi, hambatan yang muncul di tengah jalan, atau ketidakpastian yang menghampiri. Semua itu harus dihadapi dengan tekad kuat agar mimpi-mimpi yang kita tetapkan sebagai resolusi dapat terwujud.

Beragam harapan muncul saat kita menyusun resolusi kata demi kata. Terucap pula doa kepada Yang Maha Kuasa, saat kita menulis apa yang hendak kita lakukan atau akan menjadi apa kita di tahun yang baru.

Pada akhirnya, kitalah yang akan menjawab akan jadi apa resolusi itu. Apakah akan menjadi catatan kosong tanpa arti, yang akan kita isi dan ulangi kembali di tahun berikutnya. Atau akan menjadi pijakan-pijakan kokoh, yang akan mengantarkan kita kepada mimpi besar. Semua tergantung pada keseriusan, konsistensi, dan tekad kita dalam menjalankannya.

Share:
5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments